Selamat Datang di Blog Yoza
aku adalah aku
Welcome Comments Pictures
Anime Comments Pictures

Selasa, 06 Oktober 2009

E-Commerce


Pengertian E-Commerce

Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, "e-commerce is a part of e-business".

Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet. Pasalnya, penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak orang, selain merupakan hal yang bisa dikategorikan sebagai hal yang sedang ‘booming’. Perlu digarisbawahi, dengan adanya perkembangan teknologi di masa mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaan media jaringan lain selain internet dalam e-commerce. Jadi pemikiran kita jangan hanya terpaku pada penggunaan media internet belaka.

Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu:

1. Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar (huge/widespread network), layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses.
2. Menggunakan electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital.

Dari apa yang telah diuraikan di atas, dengan kata lain; di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan/perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.

E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.

Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:

• Electronic Markets (EMs).

EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.

• Electronic Data Interchange (EDI).

EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial.
Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”.
EDI sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompok retail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.

• Internet Commerce.

Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi
informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan
dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
* E-mail dan Messaging
* Content Management Systems
* Dokumen, spreadsheet, database
* Akunting dan sistem keuangan
* Informasi pengiriman dan pemesanan
* Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
* Sistem pembayaran domestik dan internasional
* Newsgroup
* On-line Shopping
* Conferencing
* Online Banking
Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Yahoo, Amazon.com, Google, dan Paypal. Untuk di Indonesia, bisa dilihat tradeworld.com, bhineka.com, fastncheap.com, dll.




E-Commerce

Implementasi

Infrastruktur

Electronic Payment System

Security





Perkembangan teknologi (tele)komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya
perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” ini, media
elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E
commerce merupakan extensiondari commerce dengan mengeksploitasi media
elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi
desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan
media elektronik ini.

Pendapat yang sangat berlebihan tentang bisnis ‘dotcom’ atau bisnis on-line seolah-
olah mampu menggantikan bisnis tradisionalnya (off-line). Kita dapat melakukan order
dengen cepat diinternet – dalam orde menit – tetapi proses pengiriman barang justru
memakan waktu dan koordinasi yang lebih rumit, bisa memakan waktu mingguan,
menurut Softbank;s Rieschel, Internet hanya menyelesaikan 10% dari proses transaksi,
sementara 90 % lainnya adalah biaya untuk persiapan infrastruktur back-end, termasuk
logistic. Reintiventing dunia bisnis bukan berarti menggantikan system yang ada, tapi
justru komplemen dan ekstensi dari system infratruktur perdagangan dan produksi yang
ada sebelumnya.

Dalam mengimplementasikan e-commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari
infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis. Perama, Insfrastruktur system distribusi
(flow of good) kedua, Insfrastruktur pembayaran (flow of money) Dan Ketiga,
Infrastruktur system informasi (flow of information). Dalam hal kesiapan infrastruktur e-
commerce, kami percaya bahwa logistics follow trade, bahwa semua transaksi akan
diikuti oleh perpindahan barang dari sisi penjual kepada pembeli. Agar dapat
terintegrasinya system rantai suplai dari supplier, ke pabrik, ke gudang, distribusi, jasa
transportasi, hingga ke customer maka diperlukan integrasi enterprise system untuk
menciptakan supply chain visibility. Ada tiga factor yang patur dicermati oleh kita jika



ingin membangun toko e-commerce yaitu : Variability, Visibility, dan Velocity (Majalah
Teknologi, 2001).

Yang menjadi pertayaan bahwa bagaimana kita melakukan penyelidikan sebelum
memutuskan untuk terjun ke market on-line ini, ada beberapa tahapan yang dapat
dilakukan diantaranya ;

Process conducting dalam penyelidikan : 1) mendefinisikan targer pasar, 2)
menidentifikasikan kelompok untuk dijadikan pembelajaran. 3) indentity topk untuk
discusi. Dalam tahap penunjungnya maka dapat diselidiki : 1) identity letak demografi
website di tempat tertentu, 2) memutuskan focus editorialnya, 3) memutuskan isi dari
contentnya, 4) memutuskan pelayanan yang dibuat untuk berbagai type pengunjung
(Turban M, 2001)

Ternyata tidak mudah mengimplementasikan eCommerce dikarenakan banyaknya
faktor yang terkait dan teknologi yang harus dikuasai. Tulisan (report) ini diharapkan
dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang teknologi apa saja yang terkait,
standar-standar yang digunakan, dan faktor-faktor yang harus diselesaikan.

Jenis eCommerce eCommerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Business to
Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C, retail). Kedua jenis eCommerce ini
memiliki karakteristikyang berbeda. Business to Business eCommerce memilikikarakteristik:



.. Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan
(relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner
tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang
dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).
.. Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala,
misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan
kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran
data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
.. Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus
menunggu parternya.
.. Model yang umum digunakan adalah peer-topeer, dimana processing intelligence
dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.




Business to Consumer eCommerce

memiliki karakteristik sebagai berikut: Terbuka untuk umum, dimana informasi
disebarkan ke umum.

.. Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat
digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum
digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.
.. Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakuka inisiatif
dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
.. Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer)
menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business
procedure) diletakkan di sisi server.


Menurut sebuah report dari E&Y Consulting, perkembangan kedua jenis
eCommerceini dapat dilihat pada tabel berikut. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa
perkembangan Business to Business lebih pesat daripada Business to Consumer. Itulah
sebabnya banyak orang mulai bergerak di bidang Business-to-business.



Jenis Transaksi 1997 2000

Business to Business $7 billion $327 billion

Business to Consumer $5 billion $70 billion



Meskipun demikian, Business-to-Consumer masih memiliki pasar yang besar yang
tidak dapat dibiarkan begitu saja. Tingginya PC penetration (teledensity) menunjukkan
indikasi bahwa banyak orang yang berminat untuk melakukan transaksi bisnis dari
rumah. Negara yang memiliki indikator PC peneaion yang tinggi mungkin dapat
dianggap sebagai negara yang lebih siap untuk melakukan eCommerce.










Business to Business e-Commerce

Business to Business eCommerce umumnya menggunakan mekanisme Electronic
Data Interchange (EDI). Sayangnya banyak standar EDI yang digunakan sehingga
menyulitkan interkomunikasi antar pelaku bisnis. Standar yang ada saat ini antara lain:
EDIFACT, ANSI X.12, SPEC 2000, CARGO-IMP, TRADACOMS, IEF, GENCOD, EANCOM, ODETTE, CII. Selain standar yang disebutkan di atas, masih ada formatformat lain yang
sifatnya proprietary. Jika anda memiliki beberapa partner bisnis yang sudah
menggunakan standar yang berbeda, maka anda harus memiliki sistem untuk
melakukan konversi dari satu format ke format lain. Saat ini sudah tersedia produk yang

dapat melakukan konversi seperti ini.

Pendekatan lain yang sekarang cukup populer dalam standarisasi pengiriman data
adalah dengan menggunakan Extensible Markup Language (XML) yang dikembangkan
oleh World Wide Web Consortium (W3C). XML menyimpan struktur dan jenis elemen
data di dalam dokumennya dalam bentuk tags seperti HTML tags sehingga sangat
efektif digunakan untuk sistem yang berbeda. Kelompok yang mengambil jalan ini
antara lain adalah XML/EDI group (www.xmledi.net).

Pada mulanya EDI menggunakan jaringan tersendiri yang sering disebut VAN (ValueAdded Network). Populernya jaringan komputer Internet memacu inisiatif EDI melalui
jaringan Internet, atau dikenal dengan nama EDI overInternet.

Topik yang juga mungkin termasuk di dalam business-to-business eCommerce
adalah electronic/Internet procurement dan Enterprise Resource Planning (ERP). Hal ini
adalah implementasi penggunaan teknologi informasi pada perusahaan dan pada
manufakturing. Sebagai contoh, perusahaan Cisco maju pesat dikarenakan
menggunakan teknologi informasi sehingga dapat menjalankan just-in-time
manufacturing untuk produksi produknya.



Business to Consumer eCommerce

Business to Consumer eCommerce memiliki permasalahan yang berbeda.
Mekanisme untuk mendekati consumer pada saat ini menggunakan bermacam-macam
pendekatan seperti misalnya dengan menggunakan “electronic shopping mall” atau
menggunakan konsep “portal”.

Electronic shopping mall menggunakan web sites untuk menjajakan produk dan
servis. Para penjual produk dan servis membuat sebuah storefront yang menyediakan
catalog produk dan servis yang diberikannya. Calon pembeli dapat melihat-lihat produk
dan servis yang tersedia seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan
window shopping. Bedanya, (calon) pembeli dapat melakukan shopping ini kapan saja
dan darimana saja dia berada tanpa dibatasi oleh jam buka took.


Konsep portal agak sedikit berbeda dengan electronic shopping mall, dimana
pengelola portal menyediakan semua servis di portalnya (yang biasanya berbasis web).
Sebagai contoh, portal menyediakan eMail gratis yang berbasis Web bagi para
pelanggannya sehingga diharapkan sang pelanggan selalu kembali ke portal tersebut.



Servis yang harus tersedia

Untuk menjalankan eCommerce, diperlukan beberapa servis atau infrastruktur
yangmendukung pelaksanaan commerce. Servis-servis ini akan dibahas pada bagian
(section) di bawah ini.



Directory Services

Directory services menyediakan informasi tentang pelaku bisnis dan end user,
seperti halnya buku telepon dan Yellow Pages. Ada beberapa standar yang digunakan
untuk menyediakan directory services. Salah satu standar yang cukup populer adalah
LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) yang kemudian menimbulkan OpenLDAP
(www.openLDAP.org).

Salah satu permasalahan yang mengganjal dalam penggunaan directory services
adalah adanya potensi security hole, yaitu ada kemungkinan orang melakukan
spamming. pamming adalah proses pengiriman email sampah yang tak diundang
(unsolicied emails) yang biasanya berisi tawaran barang atau servis ke banyak orang
sekaligus. Seorang spammer dapat melihat daftar user dari sebuah directory services
kemudian mengirimkan email spamnya kepada alamat-alamat email yang dia peroleh
dari directory services tersebut.



Intfrastruktur Kunci Publik (Public Key Infrastructure)

Untuk menjalankan eCommerce, dibutuhkan tingkat keamanan yang dapat diterima.
Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan adalah dengan menggunakan teknologi
kriptografi, yaitu antara lain dengan menggunakan enkripsi untuk mengacak data. Salah
satu metoda yang mulai umum digunakan adalah pengamanan informasi dengan
menggunakan public key system. Sistem lain yang bisa digunakan adalah privae key
system. Infrastruktur yang dibentuk oleh sistem public key ini disebut Public Key
Infrastructure (PKI), atau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi Infrastruktur



Kunci Publik (IKP), dimana kunci publik dapat dikelola untuk pengguna yang tersebar (di
seluruh dunia). Komponen-komponen dari infrastruktur kunci publik ini akandibahas
lebih lanjut pada bagian berikut.



Certification Authority (CA). Merupakan sebuah body / enity yang memberikan dan
mengelola sertifikat digital yang dibutuhkan dalam transaksi elektronik. CA berhubungan
erat dengan pengelolaan public key system. Contoh sebuah CA di Amerika adalah
Verisign (www.verisign.com). Adalah merugikan apabila perusahaan di Indonesia
menggunakan fasilitas Verisign dalam transaksi eCommerce. Untuk itu di Indonesia
harus ada sebuah (atau lebih) CA. Sayangnya, untuk menjalankan CA tidak mudah.
Banyak hal teknis dan non-teknis yang harus dibenahi. (Catatan: penulis saat ini sedang
mengembangkan sebuah CA untuk Indonesia. Kontak penulis untuk informasi lebih
anjut.) CA dapat diimplementasikan dengan menggunakan software yang komersial
(seperti yang dijual oleh Verisign) dan juga yang gratis seperti yang dikembangkan oleh
OpenCA1.



IPSec. Keamanan media komunikasi merupakan hal yang penting. Mekanisme untuk
mengamankan media komunikasi yang aman (secure) selain menggunakan SSL, yang
akan dijelaskan kemudian, adalah dengan menggunakan IP Secure. Plain IP versi 4,
yang umum digunakan saat ini, tidak menjamin keamanan data.



Pretty Good Privacy (PGP). PGP dapat digunakan untuk authentication, encryption,
dan digital signature. PGP umum digunakan (de facto) di bidang eMail. PGP memiliki
permasalahan hukum (law) dengan algoritma enkripsi yang digunakannya, sehingga ada
dua sistem, yaitu sistem yang dapat digunakan di Amerika Serikat dan sistem untuk
internasional (di luar Amerika Serikat). Implementasi dari PGP ada bermacam-macam,
dan bahkan saat ini sudah ada implementasi dari GNU yang disebut GNU PrivacyGuard
(GPG).



Privacy Enhanced Mail (PEM). PEM merupakan standar pengamanan email yang
diusulkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) (http://www.IETF.org).



PKCS. Public Key Cryptography Standards.

S/MIME. Selain menggunakan PGP, pengamanan eMail dapat juga dilakukan dengan
menggunakan standar S/MIME. S/MIME sendiri merupakan standar dari secure
messaging, dan tidak terbatas hanya untuk eMail saja. Beberapa vendor EDI sudah
berencana untuk menggunakan S/MIME sebagai salah satu standar yang didukung
untuk messaging. Informasi mengenai S/MIME dapat diperoleh dari berbagai tempat,
seperti misanya: S/MIME Central



Secure Sockets Layer (SSL). Seperti dikemukakan pada awal dari report ini,
eCommerce banyak menggunakan teknologi Internet. Salah satu teknologi yang
digunakan adalah standar TCP/IP dengan menggunakan socket. Untuk meningkatkan
keamanan informasi keamanan layer socket perlu ditingkatkan dengan menggunakan
teknologi kriptografi. Netscape mengusulkan pengamanan dengan menggunakan Secure
Socket Layer (SSL) ini. Untuk implementasi yang bersifat gratis dan open source, sudah
tersedia OpenSSL project (http://www.openSSL.org). Selain SSL ada juga pendekatan
lain, yaitu dengan menggunakan Transport Layer Security (TLS v1).



Electronic Payment

Pembayaran dengan menggunakan media elektronik merupakan sebuah masalah
yang belum tuntas. Ada berbagai solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah
electronic payment, antara lain:

.. Standards: SET, Mondex
.. Electronic money: e-cash digicash, CyberCash, iKP
.. Virtual wallet, EMV electronic purse
.. Credits and debits on the Internet, First Virtual.
.. Internet banking beserta group yang terlibat di dalamnya, seperti kelompok OpenFinancial Exchange (OFX) yang dimotori oleh CheckFree Corporation Intuit, dan
Microsoft beserta institusi finansial lainnya.
.. Stocks and trading
.. Smartcards: introduction, CLIP, ISO 7816 (beserta seluruh bagian/part-nya) Java
Card, Open Card Framework.


.. Regulatory issues
.. Internet economics, digital money
.. Internet payment protocol, ePurse protocol
.. Micropayments, yaitu pembayaran dalam jumlah yang sangat kecil (misalnya untuk
membaca web site dichage 0.25c/halaman): Millicen
.. Electronic check: FSTC Electronic Check Project4
.. Limitatitions Of Traditonal Payment Instrument.
.. Security requirement (Authentications, Privacy, Integrity, Non-repudiation, Safety).
.. Single-Key (Symentric) Encryption.
.. Public/Private Key System.
.. Electronic Credit Card (payment using unencypted, encrypted payments, high level
security and privacy).
.. Electronic CASH.
.. Electronic Pyment Card (smart card).
.. Three Party Payment System.





Keamanan (Security)

Secara umum, keamanan merupakan salah satu komponen atau servis yang
dibutuhkan untuk menjalankan eCommerce. Beberapa bagian dari keamanan ini sudah
dibahas di atas dalam bagian tersendiri, seperti Infrastruktur Kunci Publik (IKP), dan
privacy. Untuk menjamin keamanan, perlu adanya kemampuan dalam bidang ini yang
dapat diperoleh melalui penelitian dan pemahaman. Beberapa topik (issues) yang harus
dikuasai antara lain akan didaftar di bawah ini.



Teknologi Kriptografi. Teknologi kriptografi menjelaskan bagaimana mengamankan
data dengan menggunakan enkripsi. Berbagai sistem sudah dikembangkan seperti
sistem privae key dan public key. Penguasaan algoritma-algoritma populer digunakan
untuk mengamankan data juga sangat penting. Contoh algoritma ini antara lain DES,
IDEA, RC5, RSA dan ECC (Ellliptic Curve Cryptography). Penelitian dalam bidang ini di
perguruan tinggi merupakan suatu hal yang penting. Salah satu masalah dalam
mengamankan enkripsi adalah bagaimana memastikan bahwa hanya sang penerima
yang dapat mengakses data. Anda dapat menggembok data dan mengirimkannya

bersama kuncinya ke alamat tujuan, tetapi bagaimana memastikan kunci itu tidak dicuri
orang di tengah jalan? Salah satu cara untuk memecahkannya adalah bahwa si
penerima yang mengirimkan gemboknya, tetapi tidak mengirimkan kuncinya. Anda
menggembok data dengan gembok yang dikirim olehnya dan mengirimkannya. Si
penerima kemudian akan membukanya dengan kunci miliknya yang tidak pernah
dikirimkannya ke siapa-siapa. Kini masalahnya bila data yang digembok itu dicuri orang,
tetapi dengan enkripsi yang kompleks akan sangat sulit bagi orang itu untuk mengakses
data yanmg sudah digembok itu.



One Time Pasword. Penggunaan password yang hanya dapat dipakai sebanyak satu
kali. Biasanya password angka digital yang merandom angka setiap kali transaksi.



Konsultan keamanan. Konsultan, organisasi, dan institusi yang bergerak di bidang
keamanan dapat membantu meningkatkan dan menjaga keamanan. Contoh organisasi
yang bergerak di bidang ini adalah IDCERT.



Kerangka kerja eCommerce

Kerangka kerja (framework) dari eCommerce memiliki beberapa komponen, antara

lain:

1. Naional Inormation Technology Committee (on eCommerce). Komite ini
bertanggung jawab untuk memformulasikan Information Technology, speciically
eCommerce, di Indonesia. Komite ini dapat membuat working group untuk meneliti
penggunaan teknologi informasi lebih lanjut. Berbagai pihak yang terlibat dalam
bidang commerce dan electronic commerce sebaiknya terwakili dalam komite ini,
misalnya adanya wakil dari Perbankan.
2. Communication Infrastructure
3. EC/EDI standards / infrastructure. Menentukan standar yang dapat diterima oleh
semua pihak merupakan salah satu kunci utama.
4. Cyberlaw: EC laws, Electronic Security laws.
5. Customers & related organizations



Bahan Bacaan


1. Efraim Turban, Ephrain McLean, James Wetherbe, Information Technology For
Management, John Wiley & Sons Inc, 2001.
2. Majalah Teknologi, Jakarta, edisi November 2001.
3. XML/ EDI Group
4. www.OpenLDAP.org
5. www.idnic.net.id
6. Salahsatu penyedia security online payment<>
7. www.openCA.org
8. www.openSSL.org
9. www.modex.com
10. www.digicash.com
11. www.cybercash.com
12. www.visa.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar